O, penguasa-penguasa
Berikanlah sedikit cinta pada rakyat tak berdosa
Janganlah mereka terus disiksa
Hingga jatuh tertunduk tak berdaya
Wahai para penguasa
Tujukkan pandang kasih pada mereka
Rakyat tak berdosa telah menanggung banyak derita
Hingga mereka tak lagi punya asa
Mereka yang dianggap hina
Juga bisa berbuat murka
Tak peduli akan hukum rimba
Hingga kalian mati binasa
karya :: bang kholil
Wednesday, January 30, 2013
Thursday, January 17, 2013
Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.

Pertama
yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan
ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan
kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti
pemasangan kabel komunikasi Trans-Atlantik. Jaringan telepon ini
merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk
komunikasi global.

Memasuki
abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi
suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara
tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat.

Kemudian
diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud
siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama
beroperasi pada tahun 1943.

Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.
Perkembangan
teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini,
mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK
antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet)
justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya
miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang
angkasa maupun mesin-mesin perang.
Miniaturisasi
komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada
puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi
'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini.

Perangkat
telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan
menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan
batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.
Digitalisasi
perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat
komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi
digital.
Friday, January 11, 2013
Hikayat yang beredar dari mulut ke mulut menuturkan, alkisah Raden
Wiralodra, putra ketiga Tumenggung Gagak Singalodra yang bermukim di
daerah Banyuurip, Bagelen, Jawa TengahTimun Emas. Read more ... », terpanggil untuk mencari dan mengembangkan wilayah di sekitar SungaiLegenda Telaga Bidadari. Read more ... » Cimanuk.
Di bawah kepemimpinan Wiralodra, wilayah itu berkembang pesat. Karena
itu, ia ingin memperluas wilayahnya hingga ke Sumedang. Dengan
kesaktiannya, Wiralodra lalu mengubah dirinya menjadi seorang perempuan
sangat cantik bernama Nyi Endang Dharma Ayu. Melihat kecantikan Darma
Ayu, Adipati Sumedang jatuh hati, lalu memperistrinya.
Sebagai mas kawin, Adipati Sumedang bersedia memenuhi segala permintaan Nyi Darma Ayu yang meminta sebidang tanah seluas kulit kerbau. Ketika digelar, kulit itu membentang luas dari Begelen ke Sumedang. Setelah pernikahan, Nyi Darma Ayu kembali menjadi laki-laki.
Nama Endang Dharma Ayu lalu menjadi asal nama Indramayu. Hingga saat ini masyarakat setempat masih percaya pada hikayat tersebut. Konsekuensinya, mereka menggunakan pesona kecantikan untuk memperbaiki nasib.
Sebagai mas kawin, Adipati Sumedang bersedia memenuhi segala permintaan Nyi Darma Ayu yang meminta sebidang tanah seluas kulit kerbau. Ketika digelar, kulit itu membentang luas dari Begelen ke Sumedang. Setelah pernikahan, Nyi Darma Ayu kembali menjadi laki-laki.
Nama Endang Dharma Ayu lalu menjadi asal nama Indramayu. Hingga saat ini masyarakat setempat masih percaya pada hikayat tersebut. Konsekuensinya, mereka menggunakan pesona kecantikan untuk memperbaiki nasib.
Tuesday, December 25, 2012
keris semar mesem
KERIS SEMAR MESEM
Insya Allah bagi orang yang
memegang keris ini akan memiliki daya pengasihan yang sangat kuat, bisa
digunakan untuk menundukan orang lain supaya nurut kepada kita.
INFO LENGKAP
Mendengar kata “Semar” mungkin ingatan kita langsung menuju kepada salah satu tokoh dalam dunia pewayangan. Dalam dunia pewayangan khususnya yang dikenal ditanah Jawa, Semar selalu hadir pada saat “goro-goro” dimana ketika terjadi kerusuhan, keguncangan dan huru-hara Semar hadir dan menjadi tokoh penting yang bisa memberikan solusi yang bijak atas konflik yang terjadi antara Pandawa dan Kurawa.
Semar dalam dunia pewayangan memiliki 3 orang anak yaitu Gareng, Petruk dan Bagong. Semar sendiri digambarkan sebagai seorang dewa yang menjelma menjadi seorang “abdi/pelayan/pembantu/penghibur” bagi seisi alam. Dimana dalam mitos dunia pewayangan Semar lahir dari telur yang menetas sendiri bersama dua makhluk tertua yaitu Batara Guru dan Togog. Oleh karenanya Semar sudah ada sebelum orang Jawa, sehingga Semar dipercaya melekat pada kehidupan orang Jawa sampai saat ini.
Lalu apa hubungannya dengan “Keris semar Mesem” ?. Semar Mesem lebih dikenal sebagai suatu ajian pengasihan yang digunakan untuk memikat pihak “lawan” (sejenis atau lain jenis). Dengan ajian Semar Mesem, yang arti dalam Bahasa Indonesia Semar Senyum, maka diharapkan orang disekitar kita akan senang kepada kita. Mungkin ini ada kaitannya dengan sikap mesem atau tersenyum, dimana orang yang tersenyum tentunya lebih enak dipandang mata ketimbang orang yang tidak tersenyum (cemberut).
Insya Allah bagi orang yang memegang keris ini akan memiliki daya pengasihan yang sangat kuat, bisa digunakan untuk menundukan orang lain supaya nurut kepada kita. sumber
Keterangan :
Berwujud seperti keris kecil, memiliki ukuran tinggi 6, 5 cm dan lebar 4 cm. Meski sebetulnya benda ini bukan sebuah keris dan pada ujungnya terpatri bentuk Semar, Semar adalah seorang Batara Guru dalam Pewayangan yang memiliki kesaktian tinggi dan di dalam sejarah Keris Semar ini pernah di gunakan oleh pembantu Jaka Tingkir, bernama Ki Ageng Pemanahan cucu dari Ki Ageng Selo yang banyak memikat hati lawan jenis.
Sebagai sarana :
Mendapat perhatian dan pengasihan dari banyak orang, disukai kawan maupun lawan, memancarkan Aura kharisma dan kewibawaan, pelaris dagangan, menetralkan segala gangguan makhluk ghaib, mendapat keberuntungan dalam segala bidang, dll.
Monday, December 24, 2012
jeritan tangis anak-anak indonesia
"sungguh keras kehidupan di negri ini, entah apa yang sedang terjadi di negri ini, banyak anak-anak kecil seperti q'ta yang mencari nafkah untuk menghidupi pangan diri'y sendiri, ataupun untuk membantu orang tua'y, mereka rela mengorbankan waktu'y yang seharus'y di pergunakan untuk bermain , tapi mereka gunakan untuk bekerja mencari sesuap nasi.
entah ini salah siapa ?,
tapi bagi para pemimpin coba koreksi, dan lihat para rakyat'y, apakah rakyat'y ikut senang dan kehidupan'y subur seperti para pemimpin'y !"
lihatlah kami, tengoklah kehidupan kami, wahai para pemimpin yang katanya budiman !
entah ini salah siapa ?,
tapi bagi para pemimpin coba koreksi, dan lihat para rakyat'y, apakah rakyat'y ikut senang dan kehidupan'y subur seperti para pemimpin'y !"
lihatlah kami, tengoklah kehidupan kami, wahai para pemimpin yang katanya budiman !
Subscribe to:
Posts (Atom)




